ditelan awan hitam yg malang
gelap pun tiba menjemput semua keheningan
ombak tetap berurai
mengikuti arah angin tak tenang
Gulita nya malam ku pandang secarik kertas
ku tau itu adalah surat tak jelas tujuan
kuukir semua kata
kulabuhi semua rasa
tak terpintas satupun noktah keraguan
Kurangkum segala asa menggebu
menggumpal menghamili sang awan kelabu
nyaris sempurna surat kubuat
tetap tiada ku tau alamat suratku
Nafas perahuku berguncangan
: gamang dan sendirian, sedang topan di darat
tak berjalan, atau menggambar sebentuk lengan
untuk mengaduk kuah lautan
Kini,
kau tercatat sebagai alamat,
dalam surat cinta yang terlipat
menjadi perahu kertas
yang kulayarkan ke laut lepas
—tak mungkin berbekas,
juga tak terbalas...
