bukan lagi hobi tetapi watak
senyumanku bagaikan lukisan termurah
yang dapat dipertontonkan oleh seluruh umat.
Ah! ada yang salah dari perkataan ku,
tidak dengan seluruh umat,
ada satu makhluk luar biasa yang melumpuhkan segenap gerakan bibirku-
untuk tersenyum..
alien tersangkanya!
kusebut alien sebab ia membawa virus
virus yang menjinakkan hati yang begitu lunak
virus hati kepada sang pemilik senyum,
ya! itu adalah Aku!
ia meracuniku dengan segala asa
hingga terciptalah sebuah rasa
rasa yang tak biasa
yang sungguh tak dapat dilantunkan dalam aluna kata
dua mata itu pun bertemu!
bertemu dalam hening
hanya terdengar detakan jantung yang tiada henti mengikuti nafsu
refleks tatapan tajam mata itupun menunduk
pancarannya pun padam
sungguh senyum itu tiada tampak
seakan begitu mahal hingga harus dibeli dengan poundsterling
sang birahi senyum mungkin terlalu malu untuk menjadi primadona sang alien
ia bersembunyi dalam bibir yang ragu
seakan teramat sulit mengguratkan sedikit aksi
aneh, kesalahan itu hanya berlaku saat aku dihadapkan oleh alien
bencikah? dendamkah?
tidak, itu cinta.
sat, 31 oct 09 2p.m @my room
-lagi iseng-

0 comment:
Post a Comment